Manusia
baru
Kosong, Terasa kosong bila sehari saja tidak tercipta cerita
antara aku dengan lelaki itu. Aku bagai pecandu, candu terhadap tegur sapa-nya.
Tuan, begitulah nama-nya ku panggil. Panggilan spesial mungkin
lebih tepat. Aku tahu nama asli-nya.
Tapi biar saja hanya ku tulis dalam palung hati yang tak lekang pulih. Acap
kali, Hati kecil ini bertanya. Mengapa tahu-tahu aku sudah mendefinisikan
lelaki yang berbeda nama? Aku merasa
menjelma seperti sosok lain, tapi ini tubuh-ku. Tubuh yang tanpa sengaja
menegapkan punggung di hadapan paras yang tak tanggung-tanggung ku bilang
tampan, Tuan. Bocah lelaki kelas dini yang baru mencicipi romansa SMA. Manusia
baru disekolah-ku. Ku kenal dia sudah lama sebenarnya. Mengapa baru sekarang
aku bisa mengenalnya lebih nyata? Aku tertawa, Menyaksikan sesal membanjir
seketika. Payah, Ini kan yang disebut takdir. Harusnya aku lapang bukan-nya
meradang.
Semua kronologi itu. Instant bagiku. Barangkali memang itu
kelebihan dari sang Tuan. Hadir ketika berlangsung-nya kekosongan kekuasaan. Meniup
wangi semerbak yang memeluk ketika air mataku tumpah. Jadikan aku sebagai hal
yang lazim, Tuan. Kita bisa menjadi karib begini memang atas dasar seseorang
yang lain, Aku bisa tahu taraf kedewasaanmu memang atas dasar seseorang yang lain.
Ceritaku yang berhamburan di kolom inbox-mu. Entah kamu ingin tau ataupun
tidak, aku tidak peduli. Bukankah kau sudah menawarkan diri menjadi “Teman
curhatku” ? Jadi itu resikomu. dan aku
bukan-nya mudah jatuh cinta. Hanya saja aku tak paham setia, sebab aku suka
mengembara.
Seperti mendengarkan lagu, Bila ada lagu baru yang lebih asik
di dengar. Kita akan jarang lagi mendengarkan lagu yang lama. Barangkali saat
ini, Manusia baru yang sering berpapasan dengan-ku adalah sebuah lagu yang
lirik dengan melodinya sangat asik di dengar. Lain waktu, Mungkin. Entah jam
berapa. Akan ku putar lagu yang sebelum-nya sering ku dengarkan. Lagi.
Jati diri ku memang masih mirip air diatas daun talas. Yang
aku tahu, semua ini mengatas namakan kamu, Tuan.
Setengah
mendung,
Coretan bulan agustus yang mati suri dan baru sempat di posting.
Cirebon,
9 November 2014.
Agni
Hidayati RP~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar