Minggu, 09 November 2014





Manusia baru



Kosong, Terasa kosong bila sehari saja tidak tercipta cerita antara aku dengan lelaki itu. Aku bagai pecandu, candu terhadap tegur sapa-nya.


Tuan, begitulah nama-nya ku panggil. Panggilan spesial mungkin lebih tepat. Aku tahu nama asli-nya. Tapi biar saja hanya ku tulis dalam palung hati yang tak lekang pulih. Acap kali, Hati kecil ini bertanya. Mengapa tahu-tahu aku sudah mendefinisikan lelaki yang berbeda nama?  Aku merasa menjelma seperti sosok lain, tapi ini tubuh-ku. Tubuh yang tanpa sengaja menegapkan punggung di hadapan paras yang tak tanggung-tanggung ku bilang tampan, Tuan. Bocah lelaki kelas dini yang baru mencicipi romansa SMA. Manusia baru disekolah-ku. Ku kenal dia sudah lama sebenarnya. Mengapa baru sekarang aku bisa mengenalnya lebih nyata? Aku tertawa, Menyaksikan sesal membanjir seketika. Payah, Ini kan yang disebut takdir. Harusnya aku lapang bukan-nya meradang.

Semua kronologi itu. Instant bagiku. Barangkali memang itu kelebihan dari sang Tuan. Hadir ketika berlangsung-nya kekosongan kekuasaan. Meniup wangi semerbak yang memeluk ketika air mataku tumpah. Jadikan aku sebagai hal yang lazim, Tuan. Kita bisa menjadi karib begini memang atas dasar seseorang yang lain, Aku bisa tahu taraf kedewasaanmu memang atas dasar seseorang yang lain. Ceritaku yang berhamburan di kolom inbox-mu. Entah kamu ingin tau ataupun tidak, aku tidak peduli. Bukankah kau sudah menawarkan diri menjadi “Teman curhatku” ? Jadi itu resikomu.  dan aku bukan-nya mudah jatuh cinta. Hanya saja aku tak paham setia, sebab aku suka mengembara. 

Seperti mendengarkan lagu, Bila ada lagu baru yang lebih asik di dengar. Kita akan jarang lagi mendengarkan lagu yang lama. Barangkali saat ini, Manusia baru yang sering berpapasan dengan-ku adalah sebuah lagu yang lirik dengan melodinya sangat asik di dengar. Lain waktu, Mungkin. Entah jam berapa. Akan ku putar lagu yang sebelum-nya sering ku dengarkan. Lagi.

Jati diri ku memang masih mirip air diatas daun talas. Yang aku tahu, semua ini mengatas namakan kamu, Tuan.











Setengah mendung,
Coretan bulan agustus yang mati suri dan baru sempat di posting.
Cirebon, 9 November 2014.
Agni Hidayati RP~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar