Rabu, 15 April 2015

7 April Yang Lalu



Akhirnya, Bulan yang ditunggu-tunggu telah tiba. Bulan yang terkenal dengan julukan April Mop. Ya, Sudah seperempat tahun ku tunggu Bulan April. Dimana pada tanggal 7 April yang lalu, adalah pertama kalinya kau berkurang umur ditonton olehku. Di Bulan ini juga, Pada tanggal 25 Cinta pertamaku berulang tahun, Oh, Maaf! aku tak bermaksud membahas itu. Kebetulan saja, tanggal tersebut bertepatan dengan insiden pertama kali kita bercengkrama disocial media. Masih ingatkah, Tuan? 


Di Bulan April tahun ini pula siswa SMA sederajat melaksanakan Ujian Nasional, termasuk diriku. Makanya baru sempat ku posting catatan ini, Alhamdulillah tepat hari ini ujian dinyatakan lancar, Senang, riang, hari yang kunantikan…
 
Aku tahu, aku tak mungkin bisa menjelaskannya dengan baik, kenapa dan bagaimana. Tapi aku yakin dengan apa yang aku rasakan. Sejak bertemu denganmu di sepanjang koridor itu. Sejak itu pula aku berganti hobi, dari pembaca E-Book jadi lebih sering mengobrak-abrik identitasmu. Sejak saat itu, Aku tak lagi rumpang.


Tuan, Hampir setahun menjadi pengganti secangkir kopi. Lahir 16 tahun silam. Kurasa, Cita-citanya adalah menjadi Pilot. Dia, tipikal orang yang susah serius, Melankolis, Suka mengomel dalam bahasa Indonesia, Suka menonton pertandingan Club Arsenal, Gampang kecanduan main game, Nama terlucu baginya adalah “Sabalala”, (Nama yang kemudian kupakai untuk menamai ikan emas kesayanganku) Dia agak takut gelap dan jago membuat degup jantungku kembang kempis dengan express, Hehe. 


Tetapi, Di kampus hijau tanggal 7 April yang lalu, Ku dapati kabar tentangmu Tuan. Katanya, Ada gadis yang sedang naksir denganmu? Satu organisasi denganmu? Ah, Aku tak berani menimpali. Berpura-pura tak mendengar dongeng memilukan itu. Dan tetap saja, kendati telinga dan mata terpisah. Mataku tiba-tiba seperti mata kucing sakit, Murung. 


Lalu, bagaimana kalau Tuan memberikan respon positif kepada sang gadis? tak langgeng pula waktu yang ku punya untuk bisa singgah di kampus hijau ini. Bukan main! Optimisme, Ni! Lucu sekali, aku sendiri tidak bisa menyembuhkan diriku, padahal punya petuah segunung. Aku jadi ingat ungkapan dari Socrates “Kenali dirimu” Yak! 7 april di tahun ini selain hati dilema antara merasa senang atau gundah, aku pun sadar bahwa aku sendiri masih tak kenal seperti apa diriku.


Tuan, Berkatmu aku bukan hanya sekedar nama. Cukup dengan melihat wajahmu saja, aku berkamuflase menjadi Song writter. Cukup dengan melihat tanganmu menyangking es cappuccino saja, aku terobsesi menjadi Barista. Cukup dengan melihat sisi estetika dalam dirimu, Aku tak butuh pengusir kesepian lagi.

Selamat Ulang Tahun, Tuan Cappucino..



7 April yang lalu usiamu genap ke’enambelas, Mudah-mudahan hatimu yang hangat tak berubah dingin. Sebeku badan yang terendam dalam kolam sepanjang subuh. Mudah-mudahan Allah memanjangkan umur, serta melimpahkan kebahagiaan padamu di dunia maupun akhirat, Amin.

Jika suatu hari kau membaca tulisan ini aku ingin mengatakan “Terima kasih telah sudi mampir,Meski yang disini tidak cantik”

Sampai Jumpa lagi Tuan, pada 7 April yang akan datang.









Di kamar yang gelap nan bersekat

Cirebon, 15 April 2015

Agni Hidayati RP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar