Akhirnya, Bulan yang ditunggu-tunggu telah tiba. Bulan yang
terkenal dengan julukan April Mop. Ya, Sudah seperempat tahun ku tunggu Bulan
April. Dimana pada tanggal 7 April yang lalu, adalah pertama kalinya kau
berkurang umur ditonton olehku. Di Bulan ini juga, Pada tanggal 25 Cinta
pertamaku berulang tahun, Oh, Maaf! aku tak bermaksud membahas itu. Kebetulan
saja, tanggal tersebut bertepatan dengan insiden pertama kali kita bercengkrama
disocial media. Masih ingatkah, Tuan?
Di Bulan April tahun ini pula siswa SMA sederajat melaksanakan
Ujian Nasional, termasuk diriku. Makanya baru sempat ku posting catatan ini, Alhamdulillah
tepat hari ini ujian dinyatakan lancar, Senang, riang, hari yang kunantikan…
Aku tahu, aku tak mungkin bisa menjelaskannya dengan baik,
kenapa dan bagaimana. Tapi aku yakin dengan apa yang aku rasakan. Sejak bertemu
denganmu di sepanjang koridor itu. Sejak itu pula aku berganti hobi, dari
pembaca E-Book jadi lebih sering mengobrak-abrik identitasmu. Sejak saat itu,
Aku tak lagi rumpang.
Tuan, Hampir setahun menjadi pengganti secangkir kopi. Lahir
16 tahun silam. Kurasa, Cita-citanya adalah menjadi Pilot. Dia, tipikal orang
yang susah serius, Melankolis, Suka mengomel dalam bahasa Indonesia, Suka
menonton pertandingan Club Arsenal, Gampang kecanduan main game, Nama terlucu
baginya adalah “Sabalala”, (Nama yang kemudian kupakai untuk menamai
ikan emas kesayanganku) Dia agak takut gelap dan jago membuat degup jantungku kembang
kempis dengan express, Hehe.
Tetapi, Di kampus hijau tanggal 7 April yang lalu, Ku dapati
kabar tentangmu Tuan. Katanya, Ada gadis yang sedang naksir denganmu? Satu
organisasi denganmu? Ah, Aku tak berani menimpali. Berpura-pura tak mendengar
dongeng memilukan itu. Dan tetap saja, kendati telinga dan mata terpisah. Mataku
tiba-tiba seperti mata kucing sakit, Murung.
Lalu, bagaimana kalau Tuan memberikan respon positif kepada
sang gadis? tak langgeng pula waktu yang ku punya untuk bisa singgah di kampus
hijau ini. Bukan main! Optimisme, Ni! Lucu sekali, aku sendiri tidak bisa
menyembuhkan diriku, padahal punya petuah segunung. Aku jadi ingat ungkapan
dari Socrates “Kenali dirimu” Yak! 7 april di tahun ini selain hati dilema
antara merasa senang atau gundah, aku pun sadar bahwa aku sendiri masih tak
kenal seperti apa diriku.
Tuan, Berkatmu aku bukan hanya sekedar nama. Cukup dengan
melihat wajahmu saja, aku berkamuflase menjadi Song writter. Cukup dengan melihat tanganmu menyangking es
cappuccino saja, aku terobsesi menjadi Barista.
Cukup dengan melihat sisi estetika dalam dirimu, Aku tak butuh pengusir
kesepian lagi.
Selamat Ulang Tahun, Tuan Cappucino..
7 April yang lalu usiamu genap ke’enambelas, Mudah-mudahan hatimu
yang hangat tak berubah dingin. Sebeku badan yang terendam dalam kolam
sepanjang subuh. Mudah-mudahan Allah memanjangkan umur, serta melimpahkan
kebahagiaan padamu di dunia maupun akhirat, Amin.
Jika suatu hari kau membaca tulisan ini aku ingin mengatakan
“Terima kasih telah sudi mampir,Meski yang disini tidak cantik”
Sampai Jumpa lagi Tuan, pada 7 April yang akan datang.
Di kamar yang gelap nan bersekat
Cirebon, 15 April 2015
Agni Hidayati RP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar