Kamis, 10 Juli 2014

Catatan usang pada dua setengah tahun yang lalu



catatan usang pada 2 setengah tahun yang lalu~

6 April 2014 pukul 21:35

Catatan ini tak sengaja ku temukan ketika sedang sibuk-sibuknya membereskan tumpukan buku pada rak buku pribadiku, sepintas buku ini tak menyerupai buku harian, cover depannya sudah tak lagi membungkus lembaran-lembaran tekstur kertas yang warnanya mulai menguning.
Yang jelas untuk membaca halaman demi halamannya saja, tawaku berhasil pecah. bahasa tulisannya yang kurang lugas, masih sulit di pahami hingga membuat perutku geli. Rupanya ini adalah sepenggal catatan usang di masa lampau yg ditulis oleh perempuan pecicilan tak tahu diri yang lancang mencintai teman sekelasnya sendiri. perempuan ini benar-benar melucu! Ya.. perempuan itu..

Aku.


 Aku terbangun dari tidurku,ku lihat jam menunjukan pukul 06.00 WIB. tanda sebentar lagi aku akan bergegas menuju sekolah, namun aku teringat akan hari yg akan ku lalui di sekolah nanti, tentu saja hari saat-saat bersama Dia..
 Sebagai perempuan yg cuek penampilan dan hiperaktif dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolah aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya bisa saling mencintai, bukan hanya perasaanku yg bicara bukan juga perasaan Dia saja yang meronta. Sepihak! benar2 ku harapkan seperti itu~
berawal dari kisahku, saat ini aku baru duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. sejak masih kelas 1 SMP aku memiliki tragedi cinta pertama yg sampai sekarang belum bisa terungkap. Alangkah tak menyangka saat aku tahu bahwa kini Dia satu kelas denganku, namanya Hose. perasan ini sempat hilang, namun setelah ku jalani segala aktifitas bersamanya di lingkungan sekolah apalagi sampai menjadi teman curhat. perasaan itu datang kembali, memang awalnya hanya aku,Tuhan dan diriku sendiri yg mengetahui, tapi lambat laun rahasia kecil tersebut terlanjur menjadi konsumsi penghuni sekolah. Ya.. menyebar dari mulut ke mulut, Tentu sudah bukan menjadi sebuah rahasia lagi.
 Hari ini seperti biasa disekolah aku bertemu Hose. saat tengah berpapasan aku menyapanya ramah.

"Hai?"

Dia hanya membalasnya dengan senyuman getir. kau terpaksa bukan? Hatiku berargumen.
"apa yg terjadi dengannya? nampaknya ia terlihat merubah sikap" aku keheranan menyadari sikap Hose yg tak seperti biasanya kepadaku.
"apa aku punya salah? tapi salah apa?"  fikiranku jadi dibanjiri pertanyaan, bahkan tak fokus mencerna materi pelajaran yang disampaikan ibu guru. Sikapku canggung ketika harus bergabung dengan gerombolan teman-teman yang lain dan juga Hose.  saat aku sedang duduk sendiri di kursi halaman depan kelas tiba-tiba salah satu temanku menghampiri, ia memberi kabar. katanya Hose sudah mengetahui persoalan rasa suka ku padanya.

aku berfikir sejenak, apakah itu yg menjadi alasan dia merubah sikapnya padaku? Seharusnya dia tak perlu menjauhiku terang-terangan seperti ini ! wajarkah ikatan persahabatan yg renggang dialasankan oleh perasaan pribadi?
sungguh, aku tak bisa berhenti memikirkannya, waktu yg tersisa untuk beristirahat tengah malam tak ku pergunakan sebaik-baiknya, aku sulit untuk tidur.

Keesokan harinya aku menganggap semua baik-baik saja, namun tidak berlaku untuk Hose, sikapnya terlalu dingin, benar-benar menganggapku orang lain. setiap berbicara denganku tak segan-segan ia memakai ucapan yg kasar, seolah berproses membenciku.
Ada suatu peristiwa yang bisa ku jadikan contoh, saat aku,dia dan teman-teman hendak sholat di mushola kebetulan air keran yg digunakan untuk berwudhu tidak menyala.
"Air kerannya gak nyala nih, mati lampu kayaknya. kita mau berwudhu dimana?" karena tak ada yg menjawab pertanyaan Hose, aku pun memberanikan diri menjawabnya.

"berwudhu di sumur aja! tadi aku juga disumur kok" wajahku berseri-seri.
"aku tidak bertanya padamu! kenapa sih kamu selalu menyambung setiap pembicaraanku?" Hose malah menjawab dengan nada tinggi.
aku langsung terdiam, tak berani melontarkan sepatah kata. entah kenapa rasanya sangat menyayat hati.

Malamnya aku di rundung kegundahan, ku remas-remas ponsel yg sedari tadi tergenggam di kepalan tangan, nama kontak Hose tertampang jelas di layar, gemas. tanpa berpikir panjang jemariku sudah mengetik kata demi kata, Yes.. pesan singkat tersebut telah terkirim!
ponsel mungil yg ku simpan di atas meja belajar masih tak bereaksi apapun, padahal dalam hitungan menit pukul 10 akan terlewat.
aku menunggu sambil berbaring di atas kasur. akhirnya penantian panjangku tengah membuahkan hasil. 1 pesan masuk datang darinya!

 Hose : benarkah kau menyukaiku? telingaku merasa risih mendengar gosip2 itu.

Aku : kau tidak keberatan bukan? pernyataan itu memang benar, tapi kau jangan khawatir secepatnya aku akan membuang jauh-jauh perasaan gila ini, bisa mengenal namamu saja hatiku sudah melambung ke udara :) persahabatan kita akan tetap utuh. Maafkan.

 Hose : kau yakin?

 Aku : sangat yakin :) maukah kau bersikap seperti dulu? menerimaku sebagai teman sejatimu kembali? aku sangat berharap itu.

 Hose : terserah kau saja :)

 Aku : terima kasih, kau memang paling baik :)

 Hose : kau sahabat ku yang jauh lebih baik :)


Catatan itu berakhir sampai di percakapan pesan singkat yang begitu memuakan :D aku tak menemukan kelanjutannya lagi di lembaran berikutnya. kisah menyedihkan yg teringkas, moment 2 setengah tahun yg lalu bukanlah moment yg sepenuhnya dapat terkenang jelas di ingatan . beruntung aku masih bisa membacanya kembali :'D


~setiap persahabatan diantara dua gender yg berbeda memang tak selamanya bisa terjalin sempurna~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar