Kopimu paling ranum
Sarat pekat nostalgia
Empu pengundang harum
Tentang lena semesta
Malam merajuk sang serdadu
Kopimu, ku gilai kala getih langit
Aku berkunjung ke ruang lalu
Buih-buih memelukku legit
Dan cangkirmu, entah apa isinya
Kenangan usang atau gemilang
Dan cangkirku, entah apa isinya
Sukma yang sulit kau galang
Kopimu, mengapa hitam kopimu
Larutlah sudah citra ulung
Kopimu, lihat kopimu!
Ampasnya berkabung
Semarang, 30 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar