Minggu, 30 Agustus 2015

Kopimu


Kopimu paling ranum
Sarat pekat nostalgia
Empu pengundang harum
Tentang lena semesta

Malam merajuk sang serdadu
Kopimu, ku gilai kala getih langit
Aku berkunjung ke ruang lalu
Buih-buih memelukku legit

Dan cangkirmu, entah apa isinya
Kenangan usang atau gemilang
Dan cangkirku, entah apa isinya
Sukma yang sulit kau galang

Kopimu, mengapa hitam kopimu
Larutlah sudah citra ulung
Kopimu, lihat kopimu!
Ampasnya berkabung



Semarang, 30 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar